Sabtu, 02 Maret 2013

Praktikum Anpang Kromatografi Kertas_Yuanita057_


PEMBAHASAN
Umumnya kromatografi digunakan untuk memisahkan komponen-komponen zat di dalam bahan yang terikat satu sama lain. Analisis secara kromatografi terdiri dari dua sistem yaiu fase tetap dan fase bergerak. Fase tetap berguna untuk mengikat komponen zat sedangkan fase bergerak berguna untuk mengangkut komponen zat lain yang tidak terikat. Fase diam biasanya ialah padatan atau cairan sedangkan fasa bergerak biasanya ialah cairan atau gas.
Pada tahun 1944, Consden, Gordon dan Martin memperkenalkan teknik dengan menggunakan kertas penyaring sebagai penunjang fase diam dan fase bergerak, berupa cairan yang terserap di antara struktur pori kertas. Sampel sebanyak lebih kurang 1 µl disepositkan pada kertas saring dan akan mengalir bersama sistem pelarut. Meskipun zat yang ter-recovery tidak betul-betul murni, dia dimanfaatkan juga untuk uji kualitatif dan kuantitatif. Keterbatasan metode ini adalah waktu yang relatif lama dan resolusinya yang rendah (Khopkar, 2003)
Kromatografi kertas adalah kromatografi atau pemisahan komponen-komponen zat dari campuran berdasarkan distribusi partisi cair-cair. Pada analisis kromatografi kertas, molekul komponen sebagian terdistribusi dalam zat cair yang polar yakni air yang mudah teradsorpsi oleh kertas, dan sebagian komponen terdistribusi dalam eluen yang akan mengalir naik ke ujung kertas bagian atas. Bagian-bagian yang mudah terdistribusi dalam air akan cepat teradsorpsi oleh kertas dan perjalanan / migrasinya lebih pendek. Sedangkan bagian-bagian yang tidak terdistribusi dalam air, melainkan dalam eluen, maka akan terus mengalir ke atas dan perjalannya lebih jauh. Noda-noda komponen yang terdapat dalam senyawa yang dianalisa akan berderet ke atas pada satu garis atau pita lurus. Eluen dibiarkan naik sampai mendekati pinggiran atas dari kertas, kemudian diberi tanda dengan garis.
Bahan adsorben sebagai fase diam dapat digunakan silika gel, alumina dan serbuk selulosa. Partikel selika gel mengandung gugus hidroksil pada permukaannya yang akan membentuk ikatan hidrogen dengan molekul polar air. Fase diam untuk kromatografi lapis tipis seringkali juga mengandung substansi yang mana dapat berpendar flour dalam sinar ultra violet. Fase gerak merupakan pelarut atau campuran pelarut yang sesuai.
Hal yang pertama dilakukan adalah menyiapkan kertas saring yang akan digunakan, yaitu dengan memotong kertas yang ditentukan ukuranya. Setelah itu dibuat garis horizontal pada bagian bawah dan atas kertas. Bagian bawah dibuat garis dengan ukuran 1,5 cm dari bagian paling bawah kertas sedangkan untuk bagian atas yaitu 0,5 cm. Selanjtnya kertas saring tersebut diberi satu titik sampel dan satu titik larutan standar yang jaraknya tidak terlalu berlebihan dengan menggunakan pensil. Kenapa tidak digunakan tinta karena tinta merupakan sebuah media yang sangat kompleks, berisikan pelarut, pigmen, celupan, resin dan pelumas, sollubilizer (semacam senyawa yang membentuk ion-ion polimer polar dengan resin tahan air), surfaktan (yaitu unsur basah yang menurunkan tekanan permukaan dari sebuah cairan, memungkinkan penyebaran yang mudah, surfaktan juga menurunkan tekanan antar permukaan antara dua cairan), materi-materi partikuler, pemijar, dan material-material lainnya. Komponen-komponen tinta tersebut menjalankan banyak fungsi: pembawa tinta, pewarna, dan dan bahan-bahan adiktif lainnya digunakan untuk mengatur aliran, ketebalan dan rupa tinta ketika kering.
Kertas saring ditotolkan sampel yang sebelumnya sudah dilarutkan dengan menggunakan larutan Asam asestat 70% kemudian mikrobpipet dibakar sebentar dan ditarik agar lubang pipet kecil dan totolan noda yang dihasilkan nampak jelas dilihat, kemudian kertas saring  yang telah diberikan sampel dimasukkan ke dalam chamber yang berisi larutan pembawa dalam praktikum ini adalah aquades.  Larutan pembawa yang digunakan harus memiliki kepolaran yang dekat dengan sampel yang diujikan. Setelah pelarut merabat naik sampai jarak tertentu dari tempat bercak sampel kemudian kertas dikeluarkan dari chamber dan diberikan tanda dengan pensil dan dikeringkan dengan menggunakan hair dryer sampai kering. Apabila warna telah terlihat maka bandingkan bercak sampel terhadap bercak zat-zat warna pembanding yaitu aquades dan kemudian bandingkan dengan harga Rf. Nilai Rf untuk senyawa murni dapat dibandingkan dengan nilai Rf dari senyawa standar. Nilai Rf dapat didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh oleh senyawa dari titik asal dibagi dengan jarak yang ditempuh oleh pelarut dari titik asal. Oleh karena itu bilangan Rf selalu lebih kecil dari 1,0.
Tabel 1. Hasil Pengamatan Kromatografi Kertas
Kelompok
Sampel
Jarak perpindahan molekul zat
Jarak perpindahan pelarut
Rf
Rata-Rata
1
Kunyit
0
5,3 cm
0
0
3
0
5,2 cm
0
5
0
5,2 cm
0
7
0
5,1 cm
0
9
0
5,1 cm
0
1
Rosella
0,5 cm
5,3 cm
0,094
0,4236
3
2 cm
5 cm
0,4
5
3,8 cm
5,1 cm
0,745
7
4,5 cm
5,3 cm
0,849
9
2,2 cm
5,1 cm
0,03
2
Pewarna Tekstil
3,7 cm
5,1 cm
0,725
0,6012
4
3,8 cm
5,1 cm
0,745
6
2,2 cm
5,1 cm
0,431
8
3,2 cm
5,2 cm
0,615
10
2,5 cm
5,1 cm
0,49
2
Saus Tomat
0
5,1 cm
0
0
4
0
5,1 cm
0
6
0
5,1 cm
0
8
0
5,2 cm
0
10
0
5,1 cm
0

Nilai Rf =

Berdasarkan hasil pengamatan, sampel kunyit senyawa utama yang terkandung dalam rimpang kunyit adalah senyawa kurkuminoid yang memberi warna kuning pada kunyit. Kurkuminoid ini (kebanyakan berupa kurkumin) menjadi pusat perhatian para peneliti yang mempelajari keamanan, sifat antioksidan, antiinflamasi, efek pencegah kanker, ditambah kemampuannya menurunkan resiko serangan jantung (Asghari G.A. Mostajeran and M. Shebli, 2009). Setelah dilakukan uji kromatografi kertas didapatkan nilai Rf rata-ratanya sebesar 0, hal ini dikarenakan zat warna kunyit tidak larut dalam air sehingga jarak perpindahan molekul zat kurkumin tidak bergerak.
Sampel Rosella (Hibiscus sabdariffa) mempunyai kelopak bunga yang berwarna merah. Kelopak bunga (kaliks) inilah yang banyak digunakan sebagai bahan pembuatan minuman dan makanan serta sumber pewarna alami. Kelopak bunga rosella selain mempunyai warna yang menarik juga mempunyai rasa yang sangat asam. Antosianin merupakan pigmen alami yang memberi warna merah pada seduhan kelopak bunga rosella dan berkhasiat sebagai antioksidan. Setelah dilakukan uji kromatografi kertas didapatkan nilai Rf rata-ratanya sebesar 0,4236, hal ini dikarenakan zat warna rosella larut dalam air sehingga jarak perpindahan molekul zat antosianin bergerak.
Saos tomat merupakan produk berbentuk pasta dengan aroma khas tomat. Tomat mengandung likopen. Selain memberikan warna merah pada buah tomat, likopen terbukti efektif sebagai zat antioksidan. Likopen juga dapat menurunkan risiko terkena kanker, terutama kanker prostat, lambung, tenggorokan dan usus besar. Kandungan asam klorogenat dan asam p-kumarat di dalam tomat mampu melemahkan zat nitrosamin penyebab kanker. Saos tomat biasa ditambahkan sebagai bahan penyedap dan penambah rasa pada makanan. Sampel saus tomat memiliki nilai Rf sebesar 0, karena zat warna saus tomat tidak larut dalam air.
Pewarna tekstil berwarna biru yaitu Brilliant Blue FCF (biru). Bahan pewarna sintetis yang boleh digunakan untuk makanan (food grade) pun harus dibatasi jumlahnya. Karena pada dasarnya, setiap benda sintetis yang masuk ke dalam tubuh kita akan menimbulkan efek. Sampel pewarna tekstil ini berwarna biru, dapat dilihat bahwa nilai Rf nya paling besar dibandingkan nilai Rf sampel yang lainnya yaitu sebesar 0,6012.
Ada beberapa faktor yang menentukan harga Rf yaitu:
1.      Pelarut, disebabkan pentingnya koefisien partisi, maka perubahan-perubahan yang sangat kecil dalam komposisi pelarut dapat menyebabkan perubahan-perubahan harga Rf.
2.      Suhu, perubahan dalam suhu merubah koefisien partisi dan juga kecepatan aliran.
3.      Ukuran dari bejana, volume dari bejana mempengaruhi homogenitas dari atmosfer jadi mempengaruhi kecepatan penguapan dari komponen-komponen pelarut dari kertas. Jika bejana besar digunakan, ada tendensi perambatan lebih lama, seperti perubahan komposisi pelarut sepanjang kertas, maka koefisien partisi akan berubah juga. Dua faktor yaitu penguapan dan kompisisi mempengaruhi harga Rf.
4.      Kertas, pengaruh utama kertas pada harga Rf timbul dari perubahan ion dan serapan, yang berbeda untuk macam-macam kertas. Kertas mempengaruhi kecepatan aliran juga mempengaruhi kesetimbangan partisi.
5.      Sifat dari campuran, berbagai senyawa mengalami partisi diantara volume-volume yang sama dari fasa tetap dan bergerak. Mereka hampir selalu mempengaruhi karakteristik dari kelarutan satu terhadap lainnya hingga terhadap harga Rf mereka.
























VII. KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dapat ditarik beberapa kesimpulan diantaranya adalah
·         Kromatografi digunakan untuk memisahkan komponen-komponen zat di dalam bahan yang terikat satu sama lain
·         Kromatografi kertas adalah kromatografi atau pemisahan komponen-komponen zat dari campuran berdasarkan distribusi partisi cair-cair.
·         Nilai Rf dapat didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh oleh senyawa dari titik asal dibagi dengan jarak yang ditempuh oleh pelarut dari titik asal.
·         Nilai Rf rata-rata sampel kunyit adalah 0, sedangkan Rf rata-rata sampel rosella adalah sebesar 0,4236.
·         Nilai Rf rata-rata sampel pewarna tekstil adalah sebesar 0,6012, sedangkan Rf rata-rata sampel saus tomat adalah sebesar 0.


















DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Manfaat dan Khasiat Buah Tomat. Available online at: http://adie-ck.blogspot.com/2011/12/manfaat-dan-khasiat-buah-tomat.html (diakses pada tanggal 06 Juni 2012 pukul 21.00 WIB)

Apriyantono, Anton., dkk 1988. Analisis Pangan. PAU Pangan dan Gizi IPB, Bogor.

Asghari G.A. Mostajeran and M. Shebli, 2009, Curcuminoid and essential oil components of turmeric at different stages of growth cultivated in, School of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, Isfahan University of Medical Sciences, Isfahan, IR.Iran.
Blog Kita, 2009, Google.com_blog kita_rotary evaporator, diakses tanggal 06 April 2011.

Khopkar S.M., 2003, Konsep Dasar Kimia Analitik, Jakarta: UI-Press.

Sudarmaji,S. 1989. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. PAU Pangan dan Gizi UGM, Yogyakarta.

Winarno, F.G. 1979. Kimia pangan dan gizi. Penerbit PT. Gramedia,  Jakarta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar